Kolaborasi JNE-UMKM, Pesanan Oleh-oleh Dimanapun & Kapanpun

Pesanan Oleh-oleh Dimanapun & Kapanpun Kurir JNE melintas di Jalan Andi Djemma, Makassar, belum lama ini. Foto: Istimewa

DISKOPUKMMKS,- Bisnis logistik terus berkembang seiring pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah terutama di Indonesia Timur. Dampaknya, geliat ekonomi ikut bergerak dan diperkuat dengan kebijakan memberikan kemudahan berinvestasi terutama di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bisnis usaha kecil ini pun mengalami revolusi seiring perkembangan dunia digital. Jika dulu, penjualan UMKM terbatas pada counter atau toko, kini pemasarannya menjangkau wilayah manapun melalui sistem online.

Pesatnya bisnis UMKM yang menjual produknya melalui sistem online menjadi peluang besar bagi perusahaan jasa pengirim maupun logistik. Apalagi, penjualan tidak hanya terfokus dalam satu daerah namun menjangkau seluruh Indonesia bahkan pasar internasional.

Jasa pengiriman pun semakin mudah menjangkau daerah-daerah terjauh dengan semakin baiknya akses infrastruktur dan konetivitas antardaerah. Salah satunya merasakan dampak positif perkembangan bisnis online ini adalah Jalur Nugraha Ekakurir atau yang biasa dikenal dengan JNE.

Perusahaan jasa pengiriman ekspress yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia ini menangkap peluang kolaborasi dengan mintra bisnis penjualan online.

Branch Manager JNE Makassar Andrey Laogi mengungkapkan, prospek bisnis logistik khususnya di Sulsel terutama Kota Makassar sangat menjanjikan. Ini didukung dengan gencarnya dilakukan pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Terlebih, posisi kota Makassar merupakan pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Pergerakan pengiriman logistik dari Makassar sangat besar, dan memamg rata-rata dari kota inilah kemudian produk tersebut dikirim ke daerah lainnya di Timur seperti ke Jayapura dan Ambon. Istilahnya menjadi tempat transit barang logistik lainnya dari daerah lainnya,” terangnya, kemarin.

Makanya, ungkap dia, JNE terus meningkatkan layanan dan memperluas jangkauan seiring dengan tingginya handling atau penanganan logistik dengan rata-rata 6.000 pengiriman perhari. Logistik yang dikirimpun beragam mulai dari elektronik, makanan, pakaian dan dokumen.

Dia menjelaskan, Makassar memang sejak dulu menjadi prioritas bisnis JNE di KTI sehingga jangkauannya terus diperluas. Tidak hanya itu, infrastruktur, kecepatan layanan dan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) juga menjadi bagian dari fokus bisnis di Makassar.

“Jangkauan kami terluas dibisnis kurir dan logistik di Sulselbar yang menjangkau hingga kabupaten/ kota, dengan total cabang ada 170 dan itu diperkuat pula dengan adanya agen sehingga bisa menjangkau ke pelosok,” paparnya.

Diakuinya, kehadiran JNE di sejumlah daerah juga tak sekedar bisnis semata, tapi juga ingin berperan dalam mendorong peningkatan ekonomi di daerah. Salah satunya dengan menghadirkan program Pesanan Oleh Oleh Nusantara (Pesona). Program ini memberi kesempatan masyarakat mencicipi ragam aneka kuliner khas setiap daerah yang menjalin kerja sama JNE.

Dengan tagline “Rindu Makanan Kampung Halaman?, PESONA-IN AJA” yang kerap tampil dilaman depan website http://pesonanusantara.co.id/, layanan ini fokus pada pengiriman makanan kuliner khas Indonesia tanpa harus pergi ke daerah asalnya. Pilihan makanan yang ditawarkan sudah melalui seleksi kelayakan dan masa uji coba selama hampir setahun sehingga aman untuk dikonsumsi pelanggan.

“Pesona hadir untuk menggerakkan ekonomi para pelaku UMKM khususnya usaha oleh-oleh kuliner. Kita ingin masyarakat Indonesia bisa mencicipi menu khas di daerah tanpa harus datang sendiri,” ujarnya.

Dia memaparkan, Pesona menjadi pintu masuk bagi UMKM memasarkan produk mereka dengan paket pengiriman yang disiapkan. Mulai dari paket pengiriman Yakin Esok Sampai (YES) hingga waktu pengiriman tiga hari menyesuaikan ketahanan oleh-oleh kuliner yang dipesan.

“Di Makassar kami sudah mengandeng sebanyak 22 UMKM yang memiliki ragam jenis usaha, seperti bumbu coto, roti mantao, gogos bakar, cookies hingga pemesanan kepiting,” paparnya.

Dinas Koperasi Kota Makassar mencatat, sejak tahun 2016 hingga awal 2018 UMKM mencapai 16.428 dan tersebar di 15 Kecamatan Kota Makassar. Tentu, hal ini menjadi peluang besar bagi JNE dalam mengembangkan bisnisnya tersebut.

Dia menambahkan, JNE senantiasa mengedepankan kepuasan konsumen. Layanan prima menjadi kunci utama agar usaha JNE dapat terus berkembang. “Jadi jika ada keluhan atas pelayanan kami, pelanggan bisa menghubungin layanan konsumen yang siap 24 jam,” tambahnya.

Sementara itu, Head of Marketing Communication Division JNE Mayland Hendar Prasetyo Hendar Prasetyo memaparkan, perkembangan dunia usaha dan gaya hidup masyarakat membuat permintaan penanganan kiriman semakin berkembang. Tak hanya mencakup paket kecil dan dokumen, tetapi merambah pada penanganan transportasi, logistik, serta distribusi.

Menurut dia, JNE memiliki infrastruktur untuk menangkap peluang bisnis tersebut. Saat ini, pihaknya mempekerjakan sekitar 40.000 karyawan, 7.000 armada, serta lebih dari 6.000 titik layanan di seluruh Indonesia untuk menangani pengiriman barang.

Tidak hanya itu, JNE menjadi salah satu backbone pengiriman nasional yang menyediakan infrastruktur logistik untuk kebutuhan pengiriman last mile delivery, termasuk kiriman internasional.

“JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan setia, dengan melakukan inovasi di berbagai sektor, seperti infrastruktur, teknologi informasi, dan sumber daya manusia,” ujarnya.

Didirikan pada 1990, JNE juga melayani masyarakat dalam urusan jasa kepabeanan terutama import atas kiriman peka waktu melalui gudang ‘Rush Handling’. Kecepatan dan kehandalan layanan yang konsisten dan bertanggung jawab membuat kredibilitas JNE semakin tinggi di mata pelanggan maupun mitra kerja.

Tak hanya itu, seiring dengan peningkatan investasi asing, pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan perkembangan teknologi informasi, serta beragam inovasi produk yang dikembangkan, kinerja JNE semakin tumbuh juga berkembang di kalangan dunia usaha maupun masyarakat Indonesia.

“Saat ini titik-titik layanan JNE telah mencapai diatas 6,000 lokasi dan masih terus bertambah, dengan jumlah karyawan lebih dari 40,000 orang,” paparnya.

Lebih dari 150 lokasi JNE telah terhubungkan dengan sistem komunikasi online, dikawal oleh sistem dan akses situs informasi yang efektif serta efisien bagi konsumen dalam upaya mengetahui status terkini pengiriman paket atau dokumen. (Sumber : sindonews.com | Suwarny Dammar |agn)

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *